Cerita sedih

Dia yang Meninggalkanku Kini Telah Kembali Padaku

Namaku Indah, aku terlahir dari keluarga yang berkecukupan. Orang tuaku bekerja sebagai pedagang yang sukses. Aku mempunyai empat orang adik, dua perempuan dan dua laki-laki. Keluarga kami sangat bahagia, kami saling menghargai, saling menyayangi, dan saling mendukung sehingga kerukunan selalu tercipta di keluarga kami. Hingga pada suatu hari keadaaan menjadi berubah, sejak ayahku tergoda oleh seorang wanita, sikapnya menjadi berubah, ayahku menjadi seorang pemabuk dan penjudi. Ayahku sering marah-marah, jarang pulang kerumah dan menghambur-menghamburkan uang. Sikap ayahku semakin tidak terkendali, banyak sekali uang yang telah dihabiskan oleh ayahku untuk berjudi dan bersenang-senang, hal itu menyebabkan ayahku mempunyai banyak hutang, semua harta yang kami miliki telah habis terjual untuk melunasi hutang-hutang ayahku. Setelah keluargaku jatuh miskin, ayahku akhirnya menyesali perbuatannya, dia meminta maaf kepada ibuku dan anak anaknya, dia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Karena kondisi ekonomi keluargaku yang jatuh miskin, aku memutuskan untuk bekerja. Setelah aku lulus SMP aku merantau ke jakarta untuk bekerja, sebenarnya ibuku tidak rela aku pergi ke jakarta namun karena keempat adikku masih sekolah, aku harus membantu membiayai sekolah adik-adikku aku yang mengalah tidak melanjutkan sekolah dan bekerja ke jakarta.
Di jakarta aku bekerja sebagai perawat bayi atau baby sister. Aku bekerja di rumah seorang wanita yang sangat kaya. Wanita tersebut biasanya ku panggil bu dewi. Bu dewi mempunyai dua orang anak. Anak yang pertama bernama sari dan yang kedua bernama anton. Sari sudah menikah dan mempunyai anak seorang anak yang baru berumur 1tahun, anak bu sari bernama doni. Sedangkan adik dari bu sari yaitu anton belum menikah. Aku menjadi pengasuh dari anaknya bu sari. Bu dewi sangat baik kepadaku, selain memberikan aku gaji bulanan yang tidak sedikit, dia juga sering membelikan aku pakaian yang cukup mahal.
Aku sangat menikmati pekerjaanku sebagai baby sister, apalagi mereka menyukai cara kerjaku, kata bu dewi, mereka sudah sering ganti baby sister namun tidak ada yang tahan dengan kenakalan doni cucunya, dan bu dewi juga bilang kalau doni sudah banyak berubah tidak nakal seperti dulu. Selain karena perlakuan mereka yang sangat baik kepadaku, ada alasan lain yang membuat aku betah di rumah itu, yaitu anton. Jujur saja aku menyukai anton, aku kagum kepadanya karena dia taat beribadah, aku kagum dengan suaranya yang merdu saat dia membaca alqur'an, dia sangat gagah dan sangat menarik bagiku. Ternyata cinta yang aku rasakan juga dia rasakan, dia juga menyukaiku. Pada saat semua orang pergi, hanya ada aku dan anton dirumah, dan tiba tiba saja dia mengutarakan isi hatinya, dia mengatakan kalau dia mencintaiku. Akhirnya kami berdua menjadi sepasang kekasih.
Bu dewi tidak tahu kalau kami saling mencintai, kami pacaran secara diam diam. Tapi lama kelamaan bu dewi tahu kalau aku dan anton adalah sepasang kekasih.
Bu dewi sangat marah mengetahui kalau aku dan anton pacaran, mereka menganggap aku sebagai orang yang tidak tahu berterima kasih. Dia bilang aku tidak sepadan dengan anton. Semua keluarga anton menentang hubungan kami, namun anton tetap mempertahankan hubungan kami, dia bahkan mengajakku kawin lari. Karena aku sangat mencintainya aku mau diajak untuk kawin lari dengannya.
Akhirnya aku bersama anton pulang ke desaku. Ayah ibuku sangat terkejut karena aku membawa seorang laki laki pulang kerumah. Anton akhirnya tinggal di rumahku selama beberapa bulan, namun para tetangga yang mengetahui anton tinggal di rumahku mendesak untuk mengusirnya atau mendesak kami untuk menikah, hal itu untuk menghindari perzinahan,dan pada akhirnya kami menikah. Setelah menikah akupun hamil, namun kehamilanku sangat lemah, jadi dokter memintaku untuk menjaga kandungan ku dengan baik.
Suatu ketika bu sari dan suaminya datang kerumahku. Bu sari datang dengan bersikap manis kepada keluargaku, dia meminta maaf karena perlakuan keluarganya yang tidak baik kepadaku, dia juga menyampaikan kalau ibunya sakit dan sangat ingin bertemu dengan anton. Akhirnya anton pulang ke jakarta tanpa diriku, karena dokter melarangku berpergian jauh. Anton berjanji akan segera kembali menemaniku, setelah ibunya sembuh dia akan kembali kepadaku.
Sudah lebih 5 bulan aku menunggu kedatangan anton, tapi anton tidak juga datang. Akhirnya aku menyusul dia ke jakarta. Setelah aku sampai ke rumahnya, aku menemuinya namun sikapnya sangat berubah, dia menjadi cuek, dan acuh kepadaku sama halnya dengan keluarganya, mereka tidak menganggapku sebagai manusia aku diperlakukan seperti budak. Anton menyiksaku, menyakitiku, menghinaku tanpa belas kasian dan yang paling kejam keluarga anton juga ikut menyiksanya padahal aku sedang hamil. Sampai anakku lahir sikap anton tidak berubah bahkan semakin parah, anton mulai suka mabuk-mabukan dan mulai mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Bukan aku saja yang disiksa oleh anton, anakku juga diperlakukan tidak baik oleh anton dan keluarganya. Kami benar-benar tersiksa dan teraniaya. Akhirnya aku tidak tahan dan pergi meninggalkan rumahnya.
Aku kembali ke rumahku, aku menceritakan semuanya kepada orang tuaku. Ibuku sangat sedih terutama ayahku, dia beranggapan mungkin apa yang kualami adalah karma dari perbuatan ayahku dulu. Aku mencoba tegar dan melupakan apa yang telah terjadi. Aku membuka warung nasi di depan rumahku. Mungkin rejeki belum datang kepadaku, warung nasi yang aku buka bangkrut karena sepi pembeli, akhirnya aku memutuskan untuk merantau lagi. Aku merantau ke surabaya. Di surabaya aku bekerja sebagai baby sister di keluarga yang kaya. Sepasang suami istri yang berpengaruh besar ditempat itu. Istrinya bekerja sebagai foto model sedangkan suaminya pak Agung mempunyai sebuah perusahaan yang mempunyai banyak karyawan. Aku mendapatkan gaji yang lumayan tinggi, sebulan aku bisa mendapatkan 5juta, apalagi kalau aku menemani istrinya keluar kota saat sedang ada pemotretan, aku selalu mendapatkan bonus tambahan. Uang yang aku peroleh sebagian aku kirimkan ke orang tuaku. Suatu ketika ibuku telpon ingin merantau ke kalimantan, namun dia membutuhkan modal yang besar, aku memberikan ibuku uang sebagai modal dia membuka usaha ke kalimantan. Karena nenek dan kakeknya pergi, akhirnya anakku aku bawa ke surabaya dan pak agung mengijinkan anakku tinggal di rumahnya.
Pak agung dan istrinya sangat menyukai cara kerjaku apalagi anaknya cavin yang terkenal sangat nakal mau menurut dan patuh terhadapku. Aku juga sering ke perusahaannya pak agung karena cavin anaknya ingin menemui ayahnya. Dan disaat aku ke perusahaan pak agung, aku mengenal salah satu karyawannya bernama tomi. Tomi tidak terlalu menarik, dia juga bukan dari keluarga yang berkecukupan tapi entah kenapa aku menyukainya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gambar untuk diwarnai

Lima Aktris Pria Tampan Yang Sangat di Gemari Saat Ini